Kebutuhan Air dalam Tubuh

Kebutuhan air dalam tubuh – air termasuk dalam sumberdaya alam yang harus terus dilestarikan oleh manusia. Jika tidak ada air, kemungkinan akan banyak penyakit melanda dan bahkan akan terjadi kematian.

Kebutuhan Air dalam Tubuh
Kebutuhan air dalam tubuh

Pentingnya air dalam kehidupan mempengaruhi pertumbuhan dan ketahanan tubuh. Oleh karena itu, mengonsumsi air putih baik untuk kesehatan.

Air putih memang terlihat sama saja, namun hal berikut dapat menjadi pemantau agar tepat memilih air minum yang layak konsumsi :

  • Persyaratan fisik

Sebuah air minum yang layak konsumsi memiliki ciri fisik yaitu, bersih, jernih, tidak ada endapan, tidak berbau, dan tidak berwarna. Jika air yang akan dikonsumsi memiliki ciri yang berbeda maka dapat disimpulkan bahwa air telah tercampur dengan suatu zat dan tercemar.

  • Persyaratan kimia

Dalam persyaratan kimia, sebuah air yang layak minum adalah yang tidak tercampur dengan zat lain. Zat lain ini adalah logam berat seperti timah, zat beracun seperti detergen, dan zat lain yang dapat membuat air menjadi tak layak untuk diminum.

  • Persyaratan mikrobiologis

Mikrobiologis yang tidak boleh ada yaitu bakteri pantogen yang tercantum dalam kepmenkes, yaitu Escherichia Colli, Clostridium Perfringens, Salmonella. Bakteri bakteri tersebut dapat membahayakan tubuh, karena dapat membentuk toksin (racun).

Bakteri E-Coli adalah bakteri yang ada pada kotoran manusia dan hewan. Sebuah air sungai tidak dianjurkan unttuk dikonsumsi, walaupun hanya untuk mencuci buah/ sayur.

Untuk itu cek kualitas air minum yang akan dikonsumsi, seperti cara berikut ini :

  1. Menggunakan air teh

Air the dapat digunakan untuk sebuah pengamatan untuk menguji air minum yang akan dikonsumsi. Caranya dengan menuangkan air pada gelas, cukup setengah gelas saja, lalu tambahkan air teh dan diamkan selama semalaman.

Jika saat dilihat air menjadi berlendir, berminyak dan air menjadi berwarna hitam, itu menandakan bahwa terdapat zat kimia dalam air. Maka air tersebut tidak dapat dikonsumsi.

  1. Diamkan air selama lima hari

Hal ini adalah yang sangat mudah untuk dilakukan, cukup dengan menuangkan air pada gelas tutup rapat lalu diamkan hingga lima hari. Jika air dalam gelas berubah warna dan terdapat endapan didalamnya, maka dapat disimpulkan bahwa air mengandung bakteri berbahaya bagi tubuh.

  1. Menggunakan alat ukur konduktifitas

Cara ini adalah cara yang paling praktis, sebab cara penggunaannya yang mudah, yaitu dengan mencelupkan alat pada air, lalu hasil dapat dilihat pada LCD.