Berwisata dan Belajar di Museum-Museum di Jakarta Selatan

Wisata di Jakarta Selatan mungkin identik dengan Kebun Binatang Ragunan, Kidzania, Kidcity, Pasar Santa, dan The Wave Pondok Indah Water Park. Tapi sebenarnya Jakarta Selatan juga mempunyai tempat wisata sekaligus tempat belajar berupa museum.

Berwisata dan Belajar di Museum-Museum di Jakarta Selatan

Berikut adalah beberapa museum yang ada di Jakarta Selatan. Ditulis oleh Purwanto dari PagiIni.

Museum Al-Quran PTIQ

Museum ini didirikan pada 1969 di Kebayoran Baru. Lalu pada 1981 dipindah ke Institut PTIQ (Perguruan Tinggi Ilmu Al-Quran) hingga sekarang. Letak tepatnya berada di dalam perpustakaan Institut PTIQ.

Koleksinya berupa ratusan mushaf tulisan tangan, cetakan, dan huruf braille. Terdiri dari mushaf dari daerah-daerah Nusantara abad 15-16, mushaf dari Indonesia tahun 1957-1993, juga memiliki puluhan mushaf dari berbagai negara. Bahkan museum ini juga memiliki koleksi mushaf dari era Ustman bin Affan Ra dan kopian mushaf tulisan tangan Ali bin Abi Thalib Ra.

Alamat: Jl. Batan I No. 2 Lebak Bulus, Cilandak, Jakarta Selatan.

Museum Basoeki Abdullah

Museum ini adalah perwujudan wasiat pelukis Basoeki Abdullah yang berpesan, jika ia meninggal agar koleksi pribadinya dihibahkan pada pemerintah Indonesia. Pemerintah pun menetapkan rumah sang pelukis menjadi museum yang diresmikan pada 25 September 2001.

Lantai pertama berisi pemaparan sejarah museum dan riwayat hidup Basoeki Abdullah. Disini juga dipamerkan barang-barang pribadi beliau seperti sepatu, jam tangan, senapan, dan pedang Jepang. Koleksi seni yang dipamerkan ada patung, wayang golek, wayang kulit, boneka, dan topeng.

Lantai dua menjadi tempat memamerkan lukisan karya Basoeki Abdullah. Lukisannya bertema pemandangan alam, manusia, abstrak, serta impresionis. Lukisan tokoh-tokoh dunia juga dipamerkan disini misalnya lukisan Presiden Soekarno, Sultan Hasanah Bolkiah, Ferdinan Marcos, dan banyak lagi lainnya.

Museum ini juga mempunyai sebuah perpustakaan kecil berisi ribuan buku. Selain untuk memamerkan karya seni, museum ini juga menjadi tempat untuk mengadakan berbagai seminar.

Alamat: Jl. Keuangan Raya No. 19 Cilandak Barat, Jakarta Selatan.

Museum Harry Darsono

Museum ini dibuka pada 2001, didirikan oleh Harry Darsono seorang tokoh fashion dan perancang busana Indonesia. Koleksinya mencakup karya Harry sejak tahun 1970 terdiri dari busana, perhiasan, lukisan, benda antik, dan barang kuno langka.

Contoh koleksi yang menarik adalah gaun pengantin dengan sulaman emas murni yang pernah dipesan oleh tokoh-tokoh wanita dunia. Seperti Lady Diana dan Ratu Rania dari Yordania.

Jika di museum lain pengunjung dilarang menyentuh koleksi yang ada, disini berbeda. Orang boleh menyentuh koleksi museum Harry Darsono, bahkan boleh mencoba pakaian yang dipamerkan. Museum ini juga mempunyai perpustakaan dan taman.

Alamat: Jl. Cilandak Tengah No. 71, Jakarta Selatan.

Museum Layang-layang Indonesia

Museum yang diresmikan pada 2003 ini berdiri atas prakarsa Endang Widjanarko Puspoyo, seorang pakar kecantikan yang mencintai dunia layang-layang. Koleksinya berupa ratusan layang-layang yang diantaranya adalah layang-layang tradisional dan layang-layang dari luar negeri. Jumlah koleksi tersebut terus bertambah dari pihak museum sendiri maupun dari pihak luar.

Museum ini juga memiliki koleksi layang-layang tiga dimensi yang unik dan mempesona. Ada yang berbentuk kupu-kupu, capung, perahu layar, dan sebagainya. Juga ada layang-layang mini dan layang-layang raksasa.

Selain melihat-lihat layang-layang di museum ini juga ada pemutaran film tentang sejarah, cara membuat, dan cara menerbangkan layang-layang. Pengunjung juga akan diajari membuat layang-layang sendiri sekaligus mewarnai dan menghiasnya.

Alamat: Jl. H. Kamang No. 38 Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Museum Polri

Museum ini diresmikan dan dibuka untuk umum pada 2009. Pembuatan museum ini idenya berasal dari Jenderal Polisi Bambang Hendarso.

Bangunannya tiga lantai terdiri dari Ruang Sejarah, Hall of Fame, Ruang Kepahlawanan, Ruang Penegakan Hukum, Ruang Simbol dan Kesatuan, dan lainnya. Museum ini juga dilengkapi dengan perpustakaan yang berisi buku-buku tentang kepolisian.

Untuk anak-anak disediakan Kid’s Corner dimana mereka bisa bermain menjadi polisi. Pemutaran film dokumenter tentang kepolisian juga bisa dilihat oleh pengunjung.

Alamat: Jl. Trunojoyo No. 3 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Museum Reksa Artha

Museum ini menempati bangunan bekas gudang tinta Peruri. Didirikan pada 1987 atas prakarsa H. Wahyu Hagono. Kata reksa artinya menjaga, sedang artah artinya adalah uang.

Koleksinya berupa mesin potong, mesin pencetak uang, mesin giling plat uang logam, alat repro, koleksi uang lama, dan lain-lain. Juga ada hasil pekerjaan Peruri lainnya seperti paspor, materai, pita cukai, dan berbagai dokumen sekuriti.

Alamat:  Jl. Lebak Bulus I, Cilandak, Jakarta Selatan.

Museum Satria Mandala

Museum ini diresmikan pada 1972, disini kita bisa mengetahui sejarah TNI. Misalnya informasi seputar awal kemerdekaan negara Indonesia dan bagaimana terbentuknya TNI dari awal mulanya.

Koleksinya menyajikan biografi dan barang-barang pribadi para Jenderal Besar misalnya tandu, mobil, dan mantel Jenderal Soedirman. Juga ada diorama perjuangan TNI dan rakyat dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Di sini juga tersimpan senjata-senjata militer, diantaranya adalah senjata yang dipakai pada perang kemerdekaan. Alat perang yang dipamerkan antara lain pesawat, helikopter, tank, dan rudal.

Alamat: Jl. Jenderal Gatot Subroto No. 14, Jakarta Selatan.

Museum-museum di atas adalah alternatif yang bagus sekali untuk destinasi wisata. Selain terhibur kita juga bakal mendapat pengetahuan yang berharga. Tentunya cocok juga sebagai liburan yang mengedukasi bagi anak-anak.

Transportasi di Jakarta sudah bagus sehingga jika ingin menjelajahi museum-museum di Jakarta Selatan relatif mudah. Namun jika ingin lebih leluasa direkomendasikan menggunakan jasa sewa mobil jakarta di Karental. Apalagi jika rombongan wisatanya banyak, misalnya sekeluarga, tentu butuh mobil yang bisa menampung penumpang dan barang bawaannya.

Referensi:

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Basoeki_Abdullah
  2. http://www.jalanjalan.co/content/83/museum-harry-darsono
  3. https://ptiq.ac.id/2018/12/22/standardisasi-museum-al-quran-ptiq-jakarta/
  4. https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Layang-Layang
  5. https://www.museumindonesia.com/museum/58/1/Museum_Polri_Jakarta
  6. http://jakarta.panduanwisata.id/jakarta-selatan/museum-reksa-artha-saksi-sejarah-yang-nyaris-tak-dikenali/
  7. https://id.wikipedia.org/wiki/Museum_Satria_Mandala
  8. Buku 47 Museum Jakarta, Edi Dimyati

Tags: