Cara Membuat Yoghurt

Cara Membuat Yoghurt – Yoghurt merupakan salah satu produk turunan dari susu yang dibuat dengan cara difermentasi menggunakan bakteri tertentu. Sebenarnya semua jenis susu dapat dijadikan yogurt, namun di era industri modern seperti sekarang ini pembuatan yogurt kini banyak menggunakan susu sapi.

Cara Membuat Yoghurt

Yogurt dibuat dengan memfermentasikan gula susu (laktosa) menjadi asam laktat menggunakan bakteri tertentu. Dengan begitu tingkat keasaman pada susu akan meningkat sehingga menyebabkan protein susu menyusut. Penyusutan massa susu ini akan membuat susu menjadi padat atau kental.

Tingkat keasaman susu yang difermentasi ini harus diperhatikan dan berkisar antara 4 – 5 pH, biasanya akan diukur menggunakan pH meter khusus makanan. Dalam kondisi tersebut juga akan mencegah proses proliferasi atau perbanyakan sel dari bakteri patogen lainnya. Untuk menambah daya tarik biasanya yogurt akan ditambahkan dengan rasa buah, vanila maupun coklat selain yogurt yang masih original. Di negara seperti amerika, bahan seperti pektin dan gelatin ditambahkan ke dalam yogurt.

Adanya bakteri dalam jumlah banyak di dalam yogurt karena memang pada proses pembuatannya menggunakan bakteri, jadi pada dasarnya pembuatan yogurt merupakan proses pengembang biakan bakteri di dalam susu namun tetap dalam jumlah tertentu.

Pembuatan yogurt sendiri diawali dengan melakukan pasasteurisasi atau memanaskan susu pada suhu 72 – 80°C selama beberapa menit. Setelah itu susu akan didinginkan hingga mencapai suhu 43°C. Kemudian bahan starter akan ditambahkan ke dalam susu sebanyak 2 – 5% dan selanjutnya susu akan diinkubasi selama 6 – 12 jam dengan menggunakan suhu yang sama.

Starter ini sendiri merupakan kultur salah satu atau campuran bakteri tersebut di atas yang ditumbuhkan ke dalam susu dan umumnya kultur yoghurt melibatkan dua atau lebih bakteri yang berbeda selama proses fermentasi. Bakteri yang biasa digunakan adalah Streptococcus salivarius dan thermophilus dan genus Lactobacillus seperti L acidophilus, bulgaricus, casei dan bifidus.

Proses inkubasi dilakukan hingga susu mempunyai tekstur yang kental dan beraroma asam maka yogurt sudah selesai dibuat. Apabila yogurt disimpan di dalam refrigerator maka teksturnya akan lebih kental dan padat. Yogurt juga akan tahan selama 1 minggu atau bahkan lebih jika disimpan di dalam refrigerator.

Cara Membuat Yogurt :

Alat:

1. Kompor
2. Panci
3. Termometer dan pH meter (opsional)
4. Toples kaca / jar (dapat diganti dengan wadah lain asalkan steril)
5. Gelas ukur

Bahan:

1. Susu segar
2. Starter / inokulum
3. Susu skim
4. Gula dan perasa buah

Prosedur pembuatan yoghurt:

1. Pasteurisasi susu segar pada suhu 75°C kurang lebih 15 menit
2. Angkat dan masukkan ke dalam Jar / toples kaca yang telah disiapkan
3. Dinginkan hingga mencapai suhu ± 40°C, Anda dapat mengukurnya menggunakan termometer
4. Masukkan inokulum sebanyak 2% dari berat susu, sebagai contonhnya bila susu yang digunakan sebanyak 1 liter, maka inokulum yang ditambahkan sebanyak 20 ml starter / inokulum
5. Tambahkan susu skim secukupnya
6. Tutup toples / jar dengan cling wrap
7. Inkubasi pada suhu ruang selama 12 – 24 jam
8. Setelah yoghurt tampak jadi (terlihat menggumpal) maka pastikan tingkat keasamannya sudah sesuai atau belum menggunakan pH meter (opsional)
9. Bila Anda tidak terlalu suka dengan rasa aslinya Anda dapat memberikan gula dan perasa buah sesuai dengan yang diinginkan

Tags: