Penyebab Cuaca Ekstrim

Penyebab Cuaca Ekstrim – Cuaca ekstrim belakangan ini sering dialami di beberapa wilayah di seluruh belahan bumi. Pemanasan global dianggap sebagai biang keladi dari perubahan cuaca yang tergolong ekstrim dan cenderung sulit untuk diprediksi.

Penyebab Cuaca Ekstrim

Bahkan dengan alat canggih seperti halnya satelit maupun alat pemantau cuaca / weather station sekalipun para ilmuwan terkadang sulit untuk memprediksi cuaca dan iklim yang akan terjadi. Namun apakah pemanasan global ini memang berpengaruh terhadap perubahan iklim dan cuaca ekstrim yang banyak terjadi.

Bagaimana pemanasan global akan mempengaruhi parameter cuaca

Dengan naiknya suhu bumi maka hal tersebut akan berpengaruh terhadap parameter – parameter yang berpengaruh dalam cuaca seperti halnya :

  • Meningkatnya tingkat evapotranspirasi yang merupakan total penguapan air dari tanah, tanaman dan badan air yang akan berdampak langsung pada fekuensi dan intensitas kekeringan
  • Dengan udara yang lebih hangat maka akan menyebabkan banyak uap air yang tertahan yang dapat meningkatkan risiko kejadian curah hujan ekstrim
  • Perubahan suhu permukaan laut (SSTs) juga berpengaruh dengan membawa perubahan yang terkait dalam sirkulasi atmosfer dan curah hujan yang menyebabkan kekeringan, terutama di daerah tropis

Perubahan tersebut akan secara otomatis menyebabkan peristiwa cuaca ekstrim dimana suhu udara yang semakin meningkat akan menyebabkan peningkatan pada kemungkinan terjadinya cuaca ekstrim.

Perubahan cuaca ekstrim sedang diamati

Sebuah penelitian di AS yang dilakukan pada tahun 2009 menghasilkan sebuah laporan yang berjudul Dampak Perubahan Iklim Global di Amerika Serikat dimana pada Bab Perubahan Iklim Nasional peneliti melaporkan beberapa penemuan selama satu dekade terakhir yaitu :

  • Peristiwa hujan deras telah meningkat baik dalam frekuensi dan intensitas hingga 20% dan menjadi penyebab utama dibalik peningkatan curah hujan secara keseluruhan di Amerika dan juga telah merambah Timur Laut dan Midwest
  • Di daerah – daerah seperti Tenggara dan Barat tingkat kekeringannya sudah meningkat, namun menurun di daerah lainnya. Dengan meningkatnya suhu akan membuat kekeringan lebih parah atau meluas dan juga menyebabkan pencairan salju sebelum waktunya, yang dapat memperburuk masalah di daerah rawan
  • Badai Atlantik telah meningkat baik kekuatan maupun frekuensi yang bertepatan dengan pemanasan laut yang memberikan energi untuk badai ini dan di Pasifik Timur baru – baru ini badai lebih sedikit namun lebih kuat. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk lebih memahami sejauh mana faktor – faktor lain, seperti stabilitas atmosfer dan sirkulasinya, yang mempengaruhi perkembangan badai

Kemungkinan seperti hujan deras dan peningkatan kekeringan juga telah diamati di Australia. Pola yang sama juga sedang diamati di seluruh dunia yang bertepatan dengan meningkatnya suhu lebih dari 50 tahun terakhir dan gelombang panas juga lebih sering terjadi sejalan dengan naiknya temperatur.

Jadi dapat disimpulkan bahwa pemanasan global tidak berpengaruh langsung terhadap perubahan iklim maupun cuaca ekstrim, akan tetapi pemanasan global akan meningkatkan suhu udara dan laut memiliki sejumlah efek pada siklus air yang dapat meningkatkan peluang terjadinya cuaca ekstrim.

Tags: