Perbedaan Suhu dan Kalor

Perbedaan Suhu dan Kalor – Bila Anda memanaskan suatu zat, katakanlah air maka suhu air itupun ikut naik. Kebanyakan orang bahwa panas / kalor adalah dua hal yang sama, namun sebenarnya keduanya berbeda.

Perbedaan Suhu dan Kalor

Dalam pengertian yang sederhana suhu menyatakan ukuran dari rata – rata energi (kinetik / gerak) yang dimiliki oleh suatu zat, sedangkan kalor menyatakan proses perpindahan (transfer) energi dari suatu zat ke zat lain yang disebabkan karena perbedaan suhu. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan berikut ini tentang perbedaan suhu dan kalor yang mungkin selama ini sering keliru.

Apa itu suhu?

Suhu sendiri diartikan sebagai ukuran dari gerakan (acak) seluruh partikel (elektron atau atom) pada suatu zat yang dalam hal ini suhu menyatakan rata – rata energi kinetik yang dimiliki oleh seluruh elektron atau atom yang bergerak bebas di dalam zat tersebut.

Kita semua tahu semakin panas suatu zat maka suhunya juga semakin meningkat, oleh karena itu dapat digambarkan bahwa pada zat yang panas itu membuat partikel yang ada di dalamnya akan semakin aktif bergerak. Suhu sendiri dapat diukur menggunakan alat termometer, kini termometer sendiri sudah tersedia dalam berbagai jenis dan yang tercanggih saat ini adalah termometer inframerah.

Apa itu kalor?

Lain halnya dengan kalor yang merupakan perpindahan atau transfer energi dari satu zat ke zat lainnya yang disebabkan karena kedua zat tersebut memiliki energi yang berbeda, proses perpindahan energi ini akan terus berlangsung hingga terjadi keseimbangan energi antara kedua zat tersebut.

Keseimbangan energi ini disebut dengan Thermal Equilibrium dan banyaknya energi yang dipindahkan itulah kemudian dinyatakan dengan kalor. Berbeda dengan suhu, klor memiliki satuan yaitu Joule atau Kalori yang dapat diukur menggunakan alat yang bernama kalorimeter.

Hubungan Suhu dan Kalor

Agar dapat lebih dipahami mari kita simak gambaran berikut ini :

Benda A dengan suhu 89 derajat Celcius ditempelkan pada benda B dengan suhu 10 derajat Celcius dan benda C yang memiliki suhu 50 derajat Celcius. Karena ketiga benda tersebut mempunyai suhu yang berbeda maka benda A dengan suhu yang paling tinggi akan melepaskan energi pada benda B dan C hingga terjadi keseimbangan antara ketiga benda tersebut. Dengan menggunakan perhitungan suhu equilibrium pada proses perpindahan panas dari benda A ke B dan C maka didapatkan hasil 64 derajat Celcius agar ketiga benda tersebut mencapai titik keseimbangannya.

Dari contoh tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa molekul pada benda A akan bergerak lebih cepat dibandingkan molekul benda B dan C. Dan saat ketiga benda tersebut dilekatkan maka molekul pada benda B dan C juga akan terpengaruh dan bergerak lebih cepat juga hingga ketiganya mencapai keseimbangan. Molekul dengan kecepatan yang sama inilah yang akan diukur sebagai suhu, sedangkan kalor sendiri merupakan jumlah energi yang menyebabkan keseimbangan (suhu yang sama atau kecepatan pergerakan molekul yang sama) tercapai.

Tags: