Cek Urine Untuk Menguji Diabetes

Cek Urine Untuk Menguji Diabetes – Pengujian glukosa (gula darah) dalam urin merupakan sebuah pengujian untuk mengetahui bagaimana respon tubuh Anda terhadap kandungan glukosa yang berlebihan.

Cek Urine Untuk Menguji Diabetes

Pada umumnya tubuh manusia akan “menumpahkan” glukosa ke dalam urin, kecuali bila kadarnya sudah terlalu tinggi di dalam aliran darah dalam tubuh. Kadar gula yang terkandung dalam urin yang tinggi menjadi indikator kalau ada sesuatu yang salah dalam cara tubuh untuk mengolah glukosa.

Namun perlu Anda ketahui kalau tes urin ini tidak dapat menentukan tingkat glukosa Anda. Tes ini hanya akan menjelaskan apa yang terjadi sejak terakhir kali Anda buang air kecil.

Hal ini yang menjadi sebab kenapa pengujian glukosa darah merupakan tes utama untuk glukosa yang sebenarnya memiliki tingkat lebih akurat. Tes ini juga akan memberikan gambaran instan dari apa yang terjadi dalam aliran darah di dalam tubuh.

Keton akan dihasilkan tubuh ketika mulai menggunakan lemak bukannya karbohidrat seperti halnya glukosa sebagai bahan bakar atau energi tubuh. Bila tubuh kita sehat maka hormon insulin akan membantu sel menyerap glukosa yang mengalir dalam aliran darah.

Hal ini akan berfungsi sebagai energi bagi kita untuk bernapas, berpikir, bergerak, dan menjalankan fungsi tubuh lainnya. Bila sel dalam tubuh kita tidak menyerap kadar glukosa maka akan terjadi penumpukan glukosa di dalam tubuh dan karena hal ini akan membuat tubuh membutuhkan energi. Kemudian tubuh akan merubah lemak menjadi energi dan akan mencopoti jaringannya sendiri.

Keton akan sedikit terdapat dalam urin bila Anda sedang mengalami stress. Hal ini sering terjadi pada perempuan yang sedang hamil, melakukan diet karbohidrat sangat rendah, stres, maupun bila Anda sudah berpuasa lebih dari 18 jam.

Keton dalam jumlah kecil masih tidak terlalu mengkhawatirkan, namun hal ini dapat menjadi indikasi bahwa Anda harus untuk terus memantau efektivitas program manajemen diabetes Anda.

Sedangkan keton dalam jumlah sedang akan menjadi indikator bahwa diabetes Anda bisa mulai di luar kendali. Apabila hal ini tidak diobati maka keton dalam tubuh Anda akan terus meningkat, hal ini akan membuat kondisi yang disebut ketoasidosis akan berkembang.

Kondisi ini akan dapat mengancam jiwa Anda dan hal ini segera membutuhkan penanganan medis. Ketoasidosis mempunyai gejala yaitu muntah, mual, linglung, kulit kering memerah dan nafas bau. Bila tidak diobati maka penyakit ini akan menyebabkan pembengkakan otak, koma hingga kematian.

Bila Anda mempunyai riwayat penyakit diabetes atau keturunan dari orang yang terkena diabetes maka sebaiknya sesekali perlu untuk memantau keton dalam urin Anda. Bila dalam tubuh memiliki kadar glukosa hingga lebih dari 300 mg/dL (16,7 mmol/L) atau merasakan gejala yang tercantum di atas, maka tes urin untuk melihat keton perlu untuk dilakukan.

Pengujian ini dilakukan dengan peralatan canggih yang bisa dengan cepat mengetahui hasilnya. Biasanya pertama sampel urine Anda akan diambil dan akan diuji menggunakan sebuah alat bernama Spektrofotometer untuk mengetahui kandungan apa saja dalam urin. Bila penyakit ini terdeteksi sejak dini maka hal ini dapat mencegah ketoasidosis dan bahkan menyelamatkan hidup Anda.

Pengobatan ketoasidosis dilakukan dengan cara memasukkan cairan ke intravena dengan insulin. Di rumah sakit, tenaga medis yang profesional dapat mengidentifikasi kenapa bisa terdapat keton yang tinggi di dalam tubuh Anda.
Perempuan yang sedang hamil dan menderita diabetes gestasional maka penting untuk melakukan tes untuk melihat tingkat keton. Pada masa kehamilan, kebutuhan insulin dapat berubah seiring gaya hidup dan perubahan hormon yang terjadi.

Keton dalam urin yang teridentifikasi lebih awal akan membantu Anda memahami apakah Anda membutuhkan banyak insulin atau perlunya pola makan Anda untuk diatur. Dengan hal ini ibu dan akan aman serta mengurangi efek diabetes gestasional yang mungkin saja diderita oleh bayi.