Proses Pembuatan Pilar

Proses Pembuatan Pilar –  Kita pasti tidak asing dengan yang namanya pilar. Sebuah bangunan yang menopang bangungan lainnya supaya berdiri dengan tegap dan kokoh.

Pilar sendiri merupakan sebuah pondasi dalam bangunan yang digunakan untuk menopang langit – langit pada sebuah bangunan. Pilar juga digunakan sebagai dekorasi sebuah ruangan yang sangat luas ruangan tersebut.

Pilar biasanya digunakan pada bangunan seperti masjid, gereja, rumah yang besar atau bahkan gedung perkantoran serta taman bermain yang beraksitertur tinggi. Pilar digunakan karena jarak bangunan yang luas sehingga memerlukan penopang yang mampu menopang bagian atas dari bangunan tersebut.

Pilar sendiri sudah digunakan sejak jaman dahulu bahkan sebelum masehi, dimana pilar terdapat pada bangunan – bangunan bersejarah. Seperti peninggalan yunani kuno, romawi kuno.

Pilar dulunya terbuat dari batu yang dipahat. Prosesnya sendiri memakan waktu yang cukup lama pengerjaannya, sehingga dibutuhkan banyak orang untuk membuat sebuah bangunan yang megah seperti bangunan di yunani.

Kemudian pada masa kejayaan islam, pilar digunakan untuk menopang masjid dan bangunan kerajaan pada masa bani umayyah dan abbasiah. Dan pilar tersebut kian menarik karena terdapat ukiran dengan corak khas islam.

Corak tersebut diantaranya adalah kaligrafi, serta bentuk abstrak yang berkembang kian jaman yang semakin modern. Dan perkembangan sendiri semakin menarik, seperti di klenteng banyak sekali ukiran naga yang bisa kita lihat jika berkunjung ke suatu daerah dan menemukannya.

Karena seiring berkembangnya jaman yang semakin modern, pembuatan pilar tidak lagi menggunakan batu, tetapi menggunakan campuran antara semen serta pasir.

Yang dimana proses pembuatannya adalah menyiapkan alat dan bahannya yang berupa pasir, semen, besi, serta cetakan untuk mencetak pilar sesuai pesanan. Langkah berikutnya adalah mencampurkan antara pasir dan semen yang kemudian diaduk hingga merata.

Lalu dilanjut dengan pembuatan rangka yang menopang tiang dengan menggunakan besi. Pilih besi berkualitas dengan cara mengukur kekerasan serta kekuatannya menggunakan alat yang bernama hardness tester guna mendapatkan besi yang berkualitas tinggi.

Selanjutnya adalah mendirikan cetakan pada rangka pilar, yang berikutnya kemudian masukkan campuran antara semen dan pasir, serta ikat cetakan hingga tertutup rapat.

Untuk mendapatkan pilar yang cantik, bisa menghias menggunakan cat supaya mendapatkan pilar yang diinginkan. Dan harus berhati -hati pada saat membuat pilar, agar selamat dalam proses pembuatannya.