Cara Membuat Hujan Buatan

Cara Membuat Hujan Buatan – Hujan merupakan peristiwa alami yang terjadi di bumi kita yang merupakan turunya tetesan air yang berasal dari awan yang jatuh ke bumi. Jaman dahulu orang memperkirakan hujan dengan mengamati gejala alam maupun tingkah binatang sebelum turunnya hujan.

Cara Membuat Hujan Buatan

Namun di zaman yang sudah modern seperti sekarang dengan berkembangnya berbagai peralatan canggih, manusia dapat memprediksi turunnya hujan dengan lebih tepat. Dengan menggunakan bantuan alat canggih seperti satelit hingga weather station prediksi turunnya hujan dapat diprediksi dengan lebih akurat.

Bahkan dengan perkembangan ilmu pengetahuan yang semakin pesat manusia juga punya cara untuk menurunkan hujan dengan rekayasa atau yang disebut dengan hujan buatan. Tentu Anda sudah pernah mendengarnya bukan, sebenarnya hujan buatan merupakan hujan yang terjadi karena dibuat oleh manusia.

Baca Juga : Cara Mendatangkan Hujan

Hujan buatan memang sengaja dibuat oleh manusia untuk berbagai keperluannya. Hujan buatan ini dibuat dengan teknik menambahkan curah hujan yaitu dengan penyemaian awan atau yang dikenal dengan cloud seeding. Cloud seeding ini akan membuat awan menggumpal dan disemai.

Baca Juga : Macam-Macam Hujan dan Penjelasannya

Hal ini akan memberikan efek berupa turun hujan, hujan buatan ini biasanya dilakukan di daerah yang membutuhkan hujan alami namun hujan tersebut tak kunjung turun juga. Hujan buatan yang diturunkan oleh manusia ini melibatkan proses fisika.

Hujan buatan dibuat dengan melibatkan proses tumbukan dan penggabungan kemudian diolah dengan proses pembentukan es atau ice nucleation yang dilanjutkan dengan pemilihan awan yang memiliki kandungan air yang cukup banyak.

Dengan massa awan yan semakin bertambah diharapkan hujan akan segera turun pada daerah tersebut. Namun secara lebih terperinci, berikut adalah cara membuat hujan buatan :

1. Hujan buatan dapat terjadi dengan menaburkan bahan – bahan kimia untuk mempengaruhi terjadinya awan, bahan kimia tersebut adalah seperti zat glasiogenik yaitu Argentium Iodida atau Perak Iodida

2. Penaburan bahan tersebut dilakukan pada ketinggian 4.000 – 7.000 kaki dengan memperhitungkan faktor pendukungnya. Faktor tersebut adalah seperti arah dan kecepatan angin yang akan membawa awan ke wilayah tempat terjadinya hujan buatan

3. Penaburan bahan kimia tersebut akan mulai dilakukan pada pagi hari mulai jam 7 pagi, hal ini karena pada masa tersebut awan hujan baru mulai terbentuk

4. Selain bahan kimia berupa zat glasiogenik, zat kimia seperti zat higroskopis juga akan ditaburkan. Bahan tersebut merupakan bahan kimia untuk menggabungkan butir – butir air di awan yang berupa garam (NaCl), CaCl2 dan Urea. zat tersebut juga harus memiliki diameter yang cukup kecil yaitu sekitar 10 – 50 mikron untuk dapat ditaburkan

5. Bahan tersebut akan ditaburkan menggunakan pesawat (kecuali Urea) pada wilayah yang memiliki awan hujan

6. Apabila bahan tersebut sudah ditaburkan maka awan hujan akan berkondensasi sehingga membentuk awan yang lebih besar guna mempercepat terjadinya hujan

7. Apabila bahan kimia tersebut sudah ditaburkan dan reaksi kondensasinya sudah benar – benar terjadi maka barulah bubuk urea juga akan ditaburkan. Ditaburkannya bubuk urea ini adalah untuk membantu awan membentuk dan menggabungkan kelompok – kelompok awan kecil untuk membentuk jenis – jenis awan yang lebih besar dan berwarna abu – abu yang dinamakan dengan awan hujan

8. Penaburan bubuk urea ini biasanya dilakukan pada jam 12 siang karena pada jam tersebutlah reaksi kondensasi sudah terjadi

9. Apabila awan hujan sudah terbentuk maka barulah bahan kimia berupa larutan akan ditaburkan juga, larutan bahan kimia tersebut memiliki komposisi air, urea dan amonium nitrat dengan perbandingan 4 : 3 : 1. Larutan inilah yang akan mendorong awan menciptakan butiran – butiran air yang besar sehingga turun dalam bentuk tetesan air atau disebut dengan hujan.

Tags: